Koran Bali Post, 28 Juli 2005

Diposting oleh :admin2005-07-28 15:56:38

Eksistensi TV Lokal agar makin Kuat

Eksistensi TV Lokal agar makin Kuat Denpasar (Bali Post) Direktur Bali TV Satria Naradha akhirnya terpilih kembali secara aklamasi menjadi Ketua Umum Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) periode 2005 – 2008. Pemilihan berlangsung pada Kongres II ATVLI yang berakhir Rabu (27/7) kemarin di Hotel Sanur Beach.

Satria Naradha menegaskan pihaknya akan tetap mengawal komitmen pendirian Asosiasi Televisi Lokal yang terbentuk 26 Juli 2002. Yakni berupaya menggali nilai-nilai budaya, sosial, pendidikan, keagamaan dan ekonomi serta unsur-unsur penunjang pemerataan pembangunan di masing-masing daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Satria, Rabu (27/7) kemarin.

Diharapkan, ke depan TV-TV lokal berfungsi lebih baik, terutama dalam menampung aspirasi masyarakat lokal dengan berbagai dinamikanya. Baik di bidang budaya, kesenian dan aspek lainnya guna memperkaya khazanah bangsa. “ Selain itu diupayakan agar dari segi eksistensi TV-TV lokal makin kuat di bidang penyiaran sehingga mampu menyuarakan kepentingan daerah di panggung nasional,” tandas Satria Naradha.

Sementara itu, sehari sebelumnya dalam acara pembukaan Kongres II ATVLI, dalam sambutan yang dibacakan Dirjen Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi Prof. Dr. Gde Widinyana Merati, Menteri, Infokom Sofyan Djalil menegaskan keberadaan televisi (TV) lokal diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan akses informasi masyarakat di daerah. Juga bisa mengembangkan potensi daerah sehingga menjadi lebih maju dan sejahtera melalui pengembangan perekonomian rakyat dan meningkatkan pendidikan politik publik.

Tarik-menarik Kepentingan

Gde Widiadnyana Merati mengakui, kendati UU No. 32 Tahun 2002 tentang penyiaran sudah lama disahkan, namun sejauh ini aturan pelaksanaannya berupa peraturan pemerintah (PP)-nya belum ada. Padahal materi PP-nya sudah rampung Februari 2005. Kami sudah sampaikan materinya ke Kementerian Hukum dan Ham untuk selanjutnya diterskan ke Sekneg, lalu ke Persiden untuk di tandatangani,” ujar Widiadnyana di sela-sela Kongres II ATVLI di Sanur. Ketika ditanya kapan targetrnya, secara diplomatis Widiadnyana Merati mengatakan makin cepat makin baik.

Dihubungi terpisah, mantan ketua Pansus UU Penyiaran, paulus widianto, mengatakan lambannya pengesahan PP itu erat kaitannya dengan tarik-menarik kepentingan yang melibatkan banyak pihak. “ Ini merupakan kelanjutan dari tarik-menarik kepentingan ketika UU-nya dibuat di DPR. Dulu a lot sekali,” ungkap Paulus Widianto.

Berita ATVLI