| 27 Juli 2002 - Jawa Post | |
|
ATVLI Terbentuk Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) terbentuk di Denpasar kemarin lewat Kongres pertama di RM Sari Warta Boga. Asosiasi tersebut memanfaatkan momentum otonomi daerah dan menyongsong keluarnya UU Penyiaran yang di jadwalkan selesai September nanti. Kongres itu diikuti pimpinan TV lokal dan organisasi terkait dari berbagai daerah. Mereka adalah ABG. Satria Naradha (Bali TV) Imawan Mashuri (JTV) Mafirion (Riau TV) dan Sukardi Wibisono (Lombok TV) Selain itu, Arief Afandi (The Jawa Pos Institut of Pro Otonomi/ JPIP), Hinca IP Panjaitan (Indonesia Media Law and Policy Centre), David S. (Papua TV) David Siregar (Deli TV) dan Faiz Albaas (Maluku Utara TV). Deklarasi pendirian ATVLI dibacakan Sekjen Imawan Mashuri dari JTV. Selain berhasil membentuk kepengurusan ATVLI periode 2002-2005, juga ada memorandum of understanding (MoU) antara Direktur ATVLI Satria Naradha dan Direktur Internews Indonesia Lance J. Alloway untuk kerjasama pengembangan sumber daya. Terbentuk asosiasi baru itu juga mengembirakan Ketua Pansus RUU Penyiaran Paulus Widianto, yang kemarin ikut hadir menyaksikan deklarasi. Bukan Saatnya Lagi, Jakarta Sentris Saya tidak menyangka bahwa TV-TV lokal Indonesia menggelinding begitu cepat, bahkan lebih cepat dari RUU-nya yang belum selesai, ungkapnya. Menurut Paulus, tidak ada lagi kekhawatiran tentang keberadaan stasiun televisi lokal, yang saat ini statusnya masih mengambang karena menunggu selesainya RUU Penyiaran. “ Saya rasa, justru stasiun televisi lokal ini bisa menjadi perekat persatuan bangsa sekaligus counter culture budaya asing lewat siaran televisinya, “ ujarnya. Apalagi, dalam UU nanti, televisi wajib siaran dengan 70 persen materi dalam negeri. Hal senada juga diungkapkan oleh Imawan Mashuri. “ Apa kita harus selalu menunggu TV Jakarta untuk masuk berita daerah. Bisa berhari- hari nanti. Lagi pula, pola Jakarta sentris bukan saatnya lagi di era otonomi daerah. Masak ulang tahun Jakarta disiarkan keseluruh Indonesia katanya. Satria Naradha juga menyatakan optimismenya perlahan-lahan jatah belanja iklan bernilai triliunan rupiah pertahun akan mengalir juga ke media TV lokal karena perkembangan efektivitas jangkauan,” paparnya. Naradha gembira karena para gubernur sudah menyalakan lampu hijau untuk mendukung keberadaan TV lokal tersebut. Direktur JPIP Arief Afandi menilai bahwa keberadaan TV lokal merupakan dukungan positif untuk pemberlakuan otonomi daerah. Sebab aspirasi masyarakat setempat lebih terwakili melalui televisi lokal tersebut. Dia, menilai, kalau di bendung malah bisa timbul perlawanan. “ Di RRC disebuah provinsi, bisa ada dua stasiun sekaligus. Juga tak ada masalah. Soal materi tayangan, laporan pengelola TV menunjukan bahwa biayanya relatif lebih murah dari pada film- film impor. Jadi, tak perlu lagi ada kekhawatiran soal kelangsungan siaran TV lokal. Orientasi iklan juga sudah tidak Jakarta minded lagi,” papar Arief. Pengurus ATVLI Periode 2002-2005 Ketua Umum : A.B.G. Satria Naradha Wakil Ketua Umum : Made Nariana Sekjen : Imawan Mashuri Wakil Sekjen : Agus Mustafa Bendahara : Mafirion Wakil Bendahara : Joko Susanto Direktur Eksekutif : Hinca I.P. Panjaitan |
|
| < Prev | Next > |
|---|